SSL Kamu Valid Nggak? Cara Cek di Windows, Linux & Browser
Pernah buka website terus muncul tulisan “Your connection is not private”? Nah, itu tandanya SSL bisa jadi bermasalah. Makanya, mempelajari cara cek SSL itu penting banget biar website tetap aman, trusted, dan nggak bikin pengunjung kabur sebelum scroll lebih jauh.
Daftar Isi
Kenapa Cek SSL Itu Penting?
SSL itu ibarat satpam di pintu website. Kalau dia lagi cuti (expired) atau palsu (invalid), ya website-mu bakal chaos. Ini alasan kenapa kamu wajib rutin ngecek SSL terutama jika kamu pakai layanan hosting gratis:
Biar Website Nggak “Mati Gaya”
SSL punya masa berlaku (sekarang maksimal ±13 bulan). Kalau sampai kedaluwarsa:
- Browser bakal nampilin warning horor kayak “Your connection is not private”
- Mayoritas user langsung klik back, tanpa mikir dua kali
- Trafik drop, trust hilang, SEO ikut kepleset
Buat website yang pakai API atau microservices? SSL mati = sistem error rame-rame.
Baca Juga: Cara Setting SSL Panel Diskon.com, Website Auto Secure!
Jaga Trust & Reputasi
Ikon gembok di address bar itu bukan pajangan.
Kalau SSL kamu invalid SSL Certificate, kesan yang muncul:
“Ini website aman nggak sih?”
Sekali user ragu, balikinnya susah. Apalagi buat e-commerce, artinya trust turun = potensi revenue ikut amblas.
Keamanan Data & Compliance
SSL kadaluarsa bikin data:
- Rentan disadap (Man-in-the-Middle attack)
- Gagal lolos audit keamanan (misalnya PCI DSS)
Singkatnya: SSL valid = data terenkripsi + identitas server jelas.
Hindari Drama Dadakan
Banyak kasus besar (yes, brand gede juga) down cuma gara-gara lupa perpanjang SSL.
Akhirnya tim IT masuk mode firefighting, panik, dan rawan salah konfigurasi.
Waktu Terbaik untuk Cek SSL

Biar urusan SSL nggak berubah jadi drama dadakan, ini timing yang paling aman dan masuk akal buat dicek rutin:
- 30 hari sebelum expired
Jangan sok santai nunggu hari H. SSL itu punya masa berlaku, dan kalau kelewat sehari aja, browser langsung ngambek. Cek dari jauh-jauh hari kasih kamu waktu buat perpanjang, testing, atau beresin error tanpa panik tengah malam. - Saat proses validasi
Buat SSL tipe OV atau EV, proses verifikasi bisa makan waktu sampai 7 hari. Jadi jangan heran kalau nggak instan. Cek statusnya biar tahu apakah masih proses atau ada data yang kurang. - Pakai monitoring otomatis
Jujur aja, ngandelin ingatan manusia itu riskan. Notifikasi otomatis jauh lebih bisa dipercaya daripada spreadsheet yang lupa dibuka. SSL aman, hidup pun lebih tenang.
Panduan Cek SSL di Windows
Cek SSL di Windows sebenernya nggak serumit yang dibayangkan. Ada dua cara utama: pakai Certificate Manager atau via Command Prompt/PowerShell.
Cek SSL Pakai Certificate Manager
Ini metode visual, cocok buat kamu yang nggak mau ribet ketik-ketik kode.
Langkahnya:
- Buka Command Prompt
- Ketik certlm.msc lalu ENTER
- Di panel kiri, kamu bisa lihat berbagai Certificate Store:
- Personal → sertifikat dengan private key
- Trusted Root CA → sertifikat dari CA tepercaya
- Intermediate CA → sertifikat perantara
Klik dua kali sertifikat buat cek:
- Masa berlaku
- Expiry date
- Certificate path
Kalau cuma mau lihat sertifikat user saat ini, pakai:
certmgr.msc
Cek SSL via Command Prompt / PowerShell
Buat yang lebih suka gaya hacker vibes, tinggal pakai command line.
- List semua sertifikat lokal
Get-ChildItem -Recurse Cert:
- Cek SSL binding di server
netsh http show sslcert
- Cek SSL website pakai OpenSSL
openssl s_client -connect namadomain.com:443
Ini cocok buat troubleshooting lebih dalam, terutama di server environment. Jadi, cek SSL di Windows nggak melulu harus lewat browser.
Panduan Cek SSL di Linux (Pakai OpenSSL)
Linux user, ini momen kamu pamer skill terminal. OpenSSL jadi sahabat terbaik buat cek SSL, baik remote website maupun file lokal.
Cek SSL Website (Remote)
Lihat detail lengkap sertifikat:
echo | openssl s_client -servername google.com -connect google.com:443 2>/dev/null | openssl x509 -text -noout
Cek tanggal expired doang:
echo | openssl s_client -servername google.com -connect google.com:443 2>/dev/null | openssl x509 -noout -dates
Lihat full certificate chain:
openssl s_client -showcerts -connect google.com:443
Cek File Sertifikat Lokal
Kalau kamu punya file .crt atau .pem:
openssl x509 -in certificate.crt -text -noout
Cek expiry:
openssl x509 -in certificate.crt -noout -enddate
Cek fingerprint:
openssl x509 -in certificate.crt -noout -fingerprint -sha256
Troubleshooting Lanjutan
Kalau mau pastiin private key cocok sama sertifikat, bisa cek modulus-nya. OpenSSL siap jadi detektif SSL kamu.
openssl x509 -noout -modulus -in certificate.crt | openssl sha256
openssl rsa -noout -modulus -in private.key | openssl sha256
Kalau hash-nya beda? Yup, itu masalah.
Makanya cek SSL di Linux sering dipakai admin buat analisis yang lebih presisi.
Panduan Cek SSL di Browser
Cek SSL di browser itu cara paling gampang buat tahu website aman atau nggak. Tinggal beberapa klik, semua info penting bisa kelihatan. Nih panduannya:
#1. Google Chrome (Desktop)
- Buka website HTTPS favoritmu.
- Klik ikon gembok di address bar.
- Pilih Certificate (valid).
- Voila! Detail SSL muncul, mulai dari issuer, masa berlaku, sampai protokol yang dipakai.
#2. Chrome (Android)
- Tap ikon gembok di URL bar.
- Pilih Details, lalu Certificate Information.
- Semua info penting langsung ditampilkan, tinggal scroll.
#3. Mozilla Firefox
- Klik ikon gembok.
- Klik tanda panah (>) di popup.
- Pilih More Information buat lihat detail sertifikat.
#4. Safari
- Double click ikon gembok di URL bar.
- Klik Show Certificate, masuk ke tab Details.
#5. Internet Explorer
- Klik ikon gembok.
- Pilih View Certificates.
#6. Microsoft Edge
Edge sayangnya cuma nampilin nama Certificate Authority, detail SSL-nya belum lengkap. Tapi tetap bisa tahu apakah situs itu punya SSL atau nggak.
Tips Gen-Z: kalau semua browser bilang “valid SSL”, berarti aman. Kalau muncul warning, jangan panik, langsung cek detail sertifikat sebelum klik back.
Tips Agar SSL Website Selalu Aman

Biar SSL kamu nggak tiba-tiba invalid, ada beberapa langkah mudah tapi penting buat dijalanin. Santai, nggak ribet, tapi bikin website tetap aman dan pengunjung tenang.
Manajemen SSL Wajib
Pertama, jangan biarkan SSL kamu kedaluwarsa. Aktifkan auto-renewal supaya browser nggak tiba-tiba ngamuk. Paksa semua traffic ke HTTPS dengan 301 redirect, jadi pengunjung nggak nyasar ke versi HTTP.
Perhatikan juga mixed content, karena satu elemen HTTP bisa bikin gembok hijau hilang. Jangan lupa pakai protokol modern TLS 1.2 atau 1.3, plus aktifkan HSTS biar browser cuma interaksi via HTTPS. Intinya, SSL aman = user nyaman, kamu tenang.
Keamanan Server & Hosting
Hosting itu landasan utama. Jadi, pilih yang reliable, kasih SSL gratis, dan siap monitoring 24/7. Tambahkan WAF seperti Cloudflare buat filter traffic jahat.
Update CMS, plugin, dan server secara rutin, jangan sampai bug lama jadi celah. Matikan directory browsing biar orang nggak bisa intip file rahasia.
Cegah Akses Ilegal
Password lemah? Big no. Pakai password kuat + 2FA. Batasi login attempt supaya hacker nggak bisa brute-force, dan ganti URL admin biar nggak gampang ditebak.
Atur role dan permission tiap user, prinsip “need-to-know”, biar akses nggak sembarangan.
Advanced Mode
Jangan cuma pasang SSL, tapi scan malware rutin dan backup data sesuai 3-2-1 rule. Audit SSL pakai tools eksternal buat cek konfigurasi dan celah keamanan. Ingat, lebih pinter mencegah daripada panik saat website error.
Kesimpulan
SSL itu bukan cuma formalitas, tapi pondasi keamanan website. Dengan ngerti cara cek SSL, baik lewat Windows, Linux, OpenSSL, atau browser, kamu bisa mencegah drama sebelum terjadi.
Kalau kamu pengen solusi yang lebih simpel, Diskon.com siap bantu. Di sini kamu bisa bikin website gratis dengan layanan hosting plus fitur SSL otomatis, jadi websitemu aman tanpa ribet mikirin expired atau invalid certificate. Tinggal fokus bikin konten, soal keamanan? Biar Diskon.com yang jagain.