{"id":77,"date":"2025-09-09T16:45:57","date_gmt":"2025-09-09T09:45:57","guid":{"rendered":"https:\/\/diskon.com\/blog\/?p=77"},"modified":"2026-03-17T10:07:51","modified_gmt":"2026-03-17T03:07:51","slug":"memilih-nama-domain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain","title":{"rendered":"Level Up Website-mu: Panduan Pilih Nama Domain untuk Pemula"},"content":{"rendered":"\n<p>Mau bikin website tapi masih bingung soal nama domain? Tenang, kamu nggak sendirian. Artikel ini bakal kasih panduan lengkap buat pemula tentang website, fungsi domain di website, dan tips memilih nama domain yang catchy. Siap level up website-mu? Yuk, langsung tancap!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Nama Domain dan URL?<\/h2>\n\n\n\n<p>Pernah nggak kamu mikir, \u201cSebenarnya <strong>domain<\/strong> itu apa sih?\u201d Kadang kita suka salah kaprah, nganggep domain itu sama dengan URL atau website. Padahal beda, Bro\/Sis. Yuk, bedah satu per satu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa itu Nama Domain?<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Nama domain adalah<\/strong> identitas website kamu. Bayangin kalo website itu toko fisik, domain itu nama tokonya. Contohnya, <code>walmart.com<\/code>, gampang diingat, gampang dicari.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Bayangin kalo kamu harus hafalin IP address kayak 192.168.0.1\u2026 duh, pusing kan? Makanya domain itu lifesaver di dunia digital.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa itu URL?<\/h3>\n\n\n\n<p>Beda sama domain, URL itu kayak alamat lengkap website. Misalnya, <code>https:\/\/www.walmart.com\/account\/trackorder<\/code>. Domain <code>walmart.com<\/code> cuma bagian dari URL, tapi URL nunjukin halaman spesifik, kayak alamat jalan toko itu sendiri.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi kalau kamu cuma tau domain-nya, kamu masih harus tahu jalan masuk ke halaman yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa Bedanya Nama Domain dan URL?<\/h3>\n\n\n\n<p>Nama domain = nama toko (misalnya <code>example.com<\/code>)<\/p>\n\n\n\n<p>URL = alamat lengkap halaman spesifik (<code>https:\/\/example.com\/blog\/tutorial<\/code>)<\/p>\n\n\n\n<p>Intinya, nama domain itu luas, URL itu spesifik. Kalau kamu ngerti bedanya, baru deh bisa paham <strong>fungsi domain di website<\/strong> yang nggak cuma sekadar nama keren. Beberapa fungsi utamanya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Identitas online<\/strong>: Domain itu kayak \u201cKTP\u201d-nya website kamu. Orang langsung tau ini websitenya siapa.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Meningkatkan kredibilitas<\/strong>: Website dengan domain profesional bikin pengunjung lebih percaya, dibanding alamat random kayak <code>freeweb.com\/user123<\/code>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Memudahkan akses<\/strong>: Daripada ingat angka ribet, cukup ketik nama domain, website langsung terbuka.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Branding &amp; marketing<\/strong>: Nama domain bisa jadi bagian dari strategi brand, gampang diingat, dan bisa dipakai di media sosial, kartu nama, atau promosi online.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Struktur Nama Domain<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/domain-1-1-1024x576.webp\" alt=\"memilih nama domain\" class=\"wp-image-79\" srcset=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/domain-1-1-1024x576.webp 1024w, https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/domain-1-1-300x169.webp 300w, https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/domain-1-1-768x432.webp 768w, https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/domain-1-1.webp 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Nah, terlepas dari apapun nama yang dipilih, suatu domain itu punya struktur yang jelas. Ada tiga tingkatan utama domain mulai dari top sampai level ketiga:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Top-Level Domain (TLD)<\/h3>\n\n\n\n<p>Ini bagian terakhir di domain atau yang kita kenal sebagai ekstensi domain Contohnya: .com, .net, .org. Ada banyak jenis ekstensi domain yang bisa kamu gunakan, kayak:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>gTLD (Generic)<\/strong>: umum, bebas dipakai siapa aja, misal .com, .net, .org.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>ccTLD (Country-code)<\/strong>: khusus negara, misal .uk, .id, .us. Cocok buat target market lokal.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sponsored TLD<\/strong>: terbatas, disponsori organisasi tertentu, misal .gov, .edu, .mil.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Contoh keren: startup baru biasanya pilih TLD yang unik kayak .tech, .shop, atau .travel supaya langsung \u201cngeh\u201d di benak pengunjung.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Second-Level Domain (SLD)<\/h3>\n\n\n\n<p>Bagian yang bisa kamu customize, biasanya nama brand. Misal di <code>diskon.com<\/code>, \u201cDiskon\u201d itu SLD. Ini bagian paling gampang diingat, jadi penting banget buat branding.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Tips Gen-Z: pilih nama yang catchy, mudah diucapkan, dan cocok buat sosial media.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Third-Level Domain \/ Subdomain<\/h3>\n\n\n\n<p>Bagian sebelum domain utama, kayak \u201cwww\u201d atau <code>blog.example.com<\/code>. Berguna buat ngatur konten atau lokalitas, misal en.wikipedia.org buat versi Inggris. Bisa juga dipakai buat strategi SEO, misalnya <code>blog.websitekamu.com<\/code> atau <code>shop.websitekamu.com<\/code>. Jadi selain rapi, pengunjung juga nggak nyasar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Kerja Nama Domain<\/h2>\n\n\n\n<p>Sadar nggak, <strong>nama domain<\/strong> yang kelihatan simpel itu sebenernya punya \u201cmesin rumit\u201d di belakang layar? Yup, semua itu ditangani sama DNS (<a href=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/apa-itu-dns\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Domain Name System<\/a>).<\/p>\n\n\n\n<p>Begini alurnya, step by step:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Request<\/strong>: Kamu ketik nama domain di browser. Komputermu belum tahu alamat server website, jadi dia \u201cnanya\u201d dulu ke server internet provider.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Recursive query<\/strong>: Server ISP nggak langsung tau? Tenang, dia bakal tanya ke server-server lain di seluruh dunia sampai ketemu server yang punya jawaban.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Authoritative DNS server<\/strong>: Ini server \u201cboss\u201d yang punya alamat pasti website. Semua informasi domain disimpan di sini.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Response<\/strong>: Setelah ketemu, alamat IP dikirim balik ke komputer kamu. Jadi sekarang browser tahu harus ke mana.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Connection<\/strong>: Browser langsung connect ke server website, dan\u2026 tadaaa! Halaman terbuka di layar kamu.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Alur kerja DNS ini bikin website-mu bisa diakses siapa pun, kapan pun, tanpa drama \u201c404 Not Found\u201d. Jadi meskipun kamu cuma fokus cari nama domain yang kece, percayalah, ada mekanisme rapi yang bikin website kamu bisa dilihat semua orang, tanpa kamu harus jadi hacker dulu&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Peran Registrar Domain<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Kamu tau nggak, buat punya <strong>nama domain<\/strong> kece, nggak bisa cuma asal klik \u201cbeli\u201d di browser. Kamu butuh yang namanya <strong>domain registrar<\/strong>. Registrars ini adalah perusahaan resmi yang diakui ICANN, semacam \u201cpenjaga DNS internet\u201d, untuk daftar dan kelola domain.<\/p>\n\n\n\n<p>Apa aja sih yang mereka lakukan? Nih beberapa perannya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Registrasi<\/strong>: Mereka bikin kamu bisa beli domain buat jangka waktu tertentu, biasanya tahunan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Manajemen DNS<\/strong>: Bisa atur nameserver, record, dan layanan domain lain supaya website-mu jalan mulus.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>WHOIS management<\/strong>: Nyimpen info pemilik domain, kontak, dan tanggal registrasi. Semua sesuai aturan ICANN soal privasi dan akurasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Support<\/strong>: Nggak cuma jual domain, tapi siap bantu kalo ada masalah transfer, renew, atau settingan ribet lainnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Intinya, registrar itu kayak asisten pribadi website-mu. Tanpa mereka, ngurus domain bisa berasa maze-game tanpa cheat code. Partner yang tepat bikin hidup online-mu lebih smooth!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips Memilih Nama Domain<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/domain-2-1-1024x576.webp\" alt=\"memilih nama domain\" class=\"wp-image-80\" srcset=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/domain-2-1-1024x576.webp 1024w, https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/domain-2-1-300x169.webp 300w, https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/domain-2-1-768x432.webp 768w, https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/domain-2-1.webp 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Sekarang bagian paling seru: tips buat nemuin domain yang kece dan gampang diingat:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Brainstorm ide domain-mu sendiri<\/strong><strong><br><\/strong>Tulis beberapa nama singkat, gampang diingat, tanpa angka atau tanda hubung. Biar orang nggak perlu mikir keras pas mau balik lagi ke website kamu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Cek ketersediaan &amp; pilih ekstensi<\/strong><strong><br><\/strong>Gunakan WHOIS atau tools serupa buat tau apakah domain impianmu masih available. Kalo nggak, coba variasi kecil atau pilih TLD lain kayak .net atau .co. Jangan takut eksperimen! Kadang nama yang unik tapi gampang diingat malah lebih memorable daripada .com mainstream.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bikin unik &amp; brandable<\/strong><strong><br><\/strong>Jangan pake nama generic yang mirip kompetitor. Pilih nama yang catchy, gampang diingat, dan mewakili brand atau konsep website kamu. Bisa juga pakai frase lucu atau singkatan kreatif ala Gen-Z.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Singkat &amp; simpel itu kunci<br><\/strong>Orang lebih gampang ingat domain yang pendek, 1\u20132 kata, gampang diketik di handphone. Contoh: <code>tiktok.com<\/code>, <code>shopee.co.id<\/code>, <code>netflix.com<\/code>. Kalau bisa, hindari underscore, angka random, atau huruf kapital nggak konsisten.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pertimbangkan SEO &amp; niche<br><\/strong>Kalau target website kamu spesifik, misal toko fashion lokal, kamu bisa tambahin kata kunci di domain biar gampang ditemukan Google. Misal <code>fashionjakarta.com<\/code>, selain gampang diingat, orang langsung tau isi websitemu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pikir jangka panjang<\/strong><strong><br><\/strong>Pilih nama yang nggak cuma relevan sekarang, tapi tetap masuk akal kalau brand-mu berkembang. Jangan sampai 1\u20132 tahun lagi nama domain terasa outdated.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Oke Gen-Z, sekarang kamu udah paham banget soal nama domain adalah, fungsi domain di website, dan tips memilih nama domain yang keren, singkat, dan mudah diingat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tingkatkan brand-mu, buat website makin gampang diakses, dan jangan takut bereksperimen dengan TLD atau subdomain kreatif.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau kamu sudah menemukan nama domain yang tepat buat website-mu, segera sambungkan ke layanan <strong>Hosting Gratis<\/strong> dari<strong> <\/strong><a href=\"http:\/\/diskon.com\"><strong>Diskon.com<\/strong><\/a> dan mulai perjalanan online-mu tanpa ribet!&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-core-buttons-is-layout-16018d1d wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-vivid-green-cyan-background-color has-text-color has-background has-link-color wp-element-button\" href=\"https:\/\/diskon.com\/secure\/register\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Hosting Gratis, Langsung Klik!<\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mau bikin website tapi masih bingung soal nama domain? Tenang, kamu nggak sendirian. Artikel ini bakal kasih panduan lengkap buat pemula tentang website, fungsi domain di website, dan tips memilih nama domain yang catchy. Siap level up website-mu? Yuk, langsung tancap! Apa Itu Nama Domain dan URL? Pernah nggak kamu mikir, \u201cSebenarnya domain itu apa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":78,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[39,34,41,36,40],"class_list":["post-77","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-domain","tag-domain","tag-domain-name-system","tag-domain-website","tag-nama-domain","tag-url"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Level Up Website-mu: Panduan Pilih Nama Domain untuk Pemula<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Level up website-mu sekarang! Pelajari apa itu nama domain, cara kerja, struktur, dan panduan memilih nama domain keren buat pemula tanpa ribet.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Level Up Website-mu: Panduan Pilih Nama Domain untuk Pemula\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Level up website-mu sekarang! Pelajari apa itu nama domain, cara kerja, struktur, dan panduan memilih nama domain keren buat pemula tanpa ribet.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Diskon.com | Tips Website dan Hosting Gratis\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-09T09:45:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-17T03:07:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/8_mengenal_domain.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Alya Kireina\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Alya Kireina\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain\"},\"author\":{\"name\":\"Alya Kireina\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/person\/75c82c0be62feb0c44eaa81bce8f8f59\"},\"headline\":\"Level Up Website-mu: Panduan Pilih Nama Domain untuk Pemula\",\"datePublished\":\"2025-09-09T09:45:57+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-17T03:07:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain\"},\"wordCount\":1068,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/8_mengenal_domain.webp\",\"keywords\":[\"domain\",\"domain name system\",\"domain website\",\"nama domain\",\"URL\"],\"articleSection\":[\"Domain\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain\",\"url\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain\",\"name\":\"Level Up Website-mu: Panduan Pilih Nama Domain untuk Pemula\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/8_mengenal_domain.webp\",\"datePublished\":\"2025-09-09T09:45:57+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-17T03:07:51+00:00\",\"description\":\"Level up website-mu sekarang! Pelajari apa itu nama domain, cara kerja, struktur, dan panduan memilih nama domain keren buat pemula tanpa ribet.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/8_mengenal_domain.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/8_mengenal_domain.webp\",\"width\":1280,\"height\":720,\"caption\":\"memilih nama domain\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Level Up Website-mu: Panduan Pilih Nama Domain untuk Pemula\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/\",\"name\":\"Diskon.com\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Diskon\",\"url\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/logo-diskon.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/logo-diskon.png\",\"width\":179,\"height\":68,\"caption\":\"Diskon\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/person\/75c82c0be62feb0c44eaa81bce8f8f59\",\"name\":\"Alya Kireina\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5b01f971da5a68bc3f6bd151efc054fd2e88d1705c3a4ae1f5f237a8175b6699?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5b01f971da5a68bc3f6bd151efc054fd2e88d1705c3a4ae1f5f237a8175b6699?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Alya Kireina\"},\"description\":\"Penulis yang tertarik pada dunia digital, teknologi, dan pengembangan website. Lewat tulisan, aku ingin membantu pembaca memahami topik digital dengan cara yang sederhana dan mudah dipraktikkan.\",\"url\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/author\/alyakireina\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Level Up Website-mu: Panduan Pilih Nama Domain untuk Pemula","description":"Level up website-mu sekarang! Pelajari apa itu nama domain, cara kerja, struktur, dan panduan memilih nama domain keren buat pemula tanpa ribet.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Level Up Website-mu: Panduan Pilih Nama Domain untuk Pemula","og_description":"Level up website-mu sekarang! Pelajari apa itu nama domain, cara kerja, struktur, dan panduan memilih nama domain keren buat pemula tanpa ribet.","og_url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain","og_site_name":"Blog Diskon.com | Tips Website dan Hosting Gratis","article_published_time":"2025-09-09T09:45:57+00:00","article_modified_time":"2026-03-17T03:07:51+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/8_mengenal_domain.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Alya Kireina","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Alya Kireina","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain"},"author":{"name":"Alya Kireina","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/person\/75c82c0be62feb0c44eaa81bce8f8f59"},"headline":"Level Up Website-mu: Panduan Pilih Nama Domain untuk Pemula","datePublished":"2025-09-09T09:45:57+00:00","dateModified":"2026-03-17T03:07:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain"},"wordCount":1068,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/8_mengenal_domain.webp","keywords":["domain","domain name system","domain website","nama domain","URL"],"articleSection":["Domain"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain","url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain","name":"Level Up Website-mu: Panduan Pilih Nama Domain untuk Pemula","isPartOf":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/8_mengenal_domain.webp","datePublished":"2025-09-09T09:45:57+00:00","dateModified":"2026-03-17T03:07:51+00:00","description":"Level up website-mu sekarang! Pelajari apa itu nama domain, cara kerja, struktur, dan panduan memilih nama domain keren buat pemula tanpa ribet.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain#primaryimage","url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/8_mengenal_domain.webp","contentUrl":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/8_mengenal_domain.webp","width":1280,"height":720,"caption":"memilih nama domain"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/diskon.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Level Up Website-mu: Panduan Pilih Nama Domain untuk Pemula"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/","name":"Diskon.com","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/diskon.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#organization","name":"Diskon","url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/logo-diskon.png","contentUrl":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/logo-diskon.png","width":179,"height":68,"caption":"Diskon"},"image":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/person\/75c82c0be62feb0c44eaa81bce8f8f59","name":"Alya Kireina","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5b01f971da5a68bc3f6bd151efc054fd2e88d1705c3a4ae1f5f237a8175b6699?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5b01f971da5a68bc3f6bd151efc054fd2e88d1705c3a4ae1f5f237a8175b6699?s=96&d=mm&r=g","caption":"Alya Kireina"},"description":"Penulis yang tertarik pada dunia digital, teknologi, dan pengembangan website. Lewat tulisan, aku ingin membantu pembaca memahami topik digital dengan cara yang sederhana dan mudah dipraktikkan.","url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/author\/alyakireina"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=77"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":81,"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77\/revisions\/81"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=77"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=77"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=77"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}