{"id":566,"date":"2026-10-26T16:56:15","date_gmt":"2026-10-26T09:56:15","guid":{"rendered":"https:\/\/diskon.com\/blog\/?p=566"},"modified":"2026-10-26T16:56:17","modified_gmt":"2026-10-26T09:56:17","slug":"www-atau-non-www","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www","title":{"rendered":"Bingung www atau Non-www? Ini Cara Redirect Anti Rugi SEO"},"content":{"rendered":"\n<p>Pernah bingung memilih www.contoh.com atau contoh.com buat website? Sekilas bedanya cuma tiga huruf, tetapi pengaturannya bisa memengaruhi SEO. Kabar baiknya, keduanya sama-sama oke untuk ranking. Kuncinya ada pada konsistensi URL dan redirect yang tepat. Yuk, pahami perbedaannya dan cara mengaturnya!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu www dan Non-www pada URL?<\/h2>\n\n\n\n<p>WWW merupakan singkatan dari <em>World Wide Web<\/em> yang biasa muncul di depan alamat website, seperti <code>www.contoh.com<\/code>. Sementara itu, non-www adalah alamat tanpa awalan tersebut, misalnya contoh.com.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, apa bedanya selain tampilan? Secara teknis, keduanya merupakan host yang berbeda. Artinya, browser dan mesin pencari bisa memproses kedua alamat tersebut secara terpisah meskipun konten yang ditampilkan sama.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/strategi-seo-domain-dan-subdomain-untuk-website\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Strategi SEO\u00a0<mark>Domain<\/mark>\u00a0&amp; Sub<mark>domain<\/mark>\u00a0Biar Website-mu Meledak!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kenapa Google Menganggapnya Dua Alamat Berbeda?<\/h3>\n\n\n\n<p>Bayangkan kamu punya dua pintu menuju ruangan yang sama. Pengunjung bisa masuk lewat pintu mana saja, tetapi sistem tetap perlu tahu pintu mana yang menjadi akses utama.<\/p>\n\n\n\n<p>Prinsip serupa berlaku untuk website. Kalau <code>www.contoh.com\/artikel<\/code> dan <code>contoh.com\/artikel<\/code> sama-sama menampilkan konten identik tanpa pengaturan yang jelas, mesin pencari bisa menerima sinyal berbeda tentang URL mana yang seharusnya diprioritaskan.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, kamu perlu menentukan satu URL utama atau <em>canonical URL<\/em>, lalu mengarahkan versi lainnya ke alamat tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/error-ssl-paling-sering-muncul\"><strong>Ini Dia! 5 Error SSL Paling Sering Muncul &amp; Cara Atasinya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan www dan Non-www yang Perlu Kamu Tahu<\/h2>\n\n\n\n<p>Supaya lebih gampang membandingkannya, cek tabel berikut sebelum menentukan pilihan untuk website-mu.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table is-style-stripes\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Aspek<\/strong><\/td><td><strong>Domain dengan www<\/strong><\/td><td><strong>Non-www<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Tampilan URL<\/td><td>Lebih panjang dan eksplisit<\/td><td>Lebih pendek dan ringkas<\/td><\/tr><tr><td>DNS<\/td><td>Umumnya fleksibel untuk diarahkan melalui CNAME<\/td><td>Pengaturan root domain bisa membutuhkan fitur khusus<\/td><\/tr><tr><td>CDN<\/td><td>Umumnya praktis dipetakan sebagai hostname tersendiri<\/td><td>Bergantung pada dukungan penyedia DNS dan CDN<\/td><\/tr><tr><td>Cookie dan subdomain<\/td><td>Lebih mudah membatasi cookie ke host www jika dikonfigurasi dengan tepat<\/td><td>Perlu memperhatikan cakupan cookie pada domain utama<\/td><\/tr><tr><td>Branding<\/td><td>Terasa klasik dan familiar<\/td><td>Terlihat simpel dan modern<\/td><\/tr><tr><td>Efek ke ranking<\/td><td>Tidak punya keunggulan bawaan<\/td><td>Tidak punya keunggulan bawaan<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Ada satu hal yang perlu kamu tahu: non-www biasanya disebut <em>apex domain<\/em> atau root domain, yaitu <a href=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/memilih-nama-domain\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">domain<\/a> utama tanpa subdomain seperti www. Pengaturan DNS untuk root domain terkadang memerlukan fitur khusus, misalnya ALIAS atau CNAME flattening, tergantung penyedianya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, www merupakan hostname yang dapat memberikan fleksibilitas untuk pengaturan CDN dan pemisahan layanan. Namun, bukan berarti non-www lebih buruk. Semuanya bergantung pada kebutuhan teknis website-mu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah www atau Non-www Lebih Bagus untuk SEO?<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Tidak ada yang otomatis lebih unggul untuk <a href=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/core-web-vitals\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">ranking Google<\/a>.<\/strong> Mau pakai www atau non-www, keduanya bisa bekerja dengan baik selama konfigurasi website konsisten.<\/p>\n\n\n\n<p>Masalahnya muncul ketika kedua versi sama-sama aktif dan menampilkan konten yang sama. Kondisi ini bisa memunculkan beberapa risiko berikut.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Duplicate content.<\/strong> Mesin pencari menemukan halaman identik pada dua URL berbeda dan harus menentukan versi mana yang menjadi acuan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sinyal backlink terpecah.<\/strong> Sebagian website mungkin menautkan ke versi www, sementara yang lain memakai non-www. Akibatnya, sinyal SEO berpotensi tersebar.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Efisiensi crawling berkurang.<\/strong> Bot mesin pencari bisa menemukan URL alternatif yang sebenarnya tidak perlu diperlakukan sebagai halaman terpisah. Dampaknya bergantung pada ukuran dan struktur website.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Data analytics berantakan.<\/strong> Laporan trafik bisa menampilkan hostname berbeda sehingga performa halaman lebih sulit dianalisis.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Tenang, bukan berarti website-mu otomatis kena penalti Google. Intinya, konfigurasi yang tidak konsisten bisa membingungkan mesin pencari dan membuat sinyal SEO kurang terkonsolidasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Memilih Domain Utama untuk Website<\/h2>\n\n\n\n<p>Bingung menentukan pilihan? Sesuaikan dengan kebutuhan website, bukan sekadar ikut tren.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pilih non-www jika&#8230;<\/h3>\n\n\n\n<p>Kamu mengelola blog pribadi, portofolio, website tugas kuliah, atau situs bisnis sederhana. Format seperti <code>contoh.com<\/code> lebih ringkas, mudah diingat, dan enak ditulis di media sosial.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pilih www jika&#8230;<\/h3>\n\n\n\n<p>Website-mu menggunakan <a href=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/cache-adalah\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">CDN<\/a>, punya banyak subdomain seperti <code>app.contoh.com<\/code> dan <code>docs.contoh.com<\/code>, atau membutuhkan pengaturan infrastruktur yang lebih fleksibel. Format www dapat memudahkan pemisahan hostname dan pengelolaan layanan tertentu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kalau website sudah berjalan?<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebaiknya pertahankan versi yang sudah digunakan secara konsisten. Jangan buru-buru migrasi hanya demi menghilangkan tiga huruf dari URL. Perubahan hostname membutuhkan pengujian, pengaturan redirect, serta pemantauan trafik dan indeks.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rekomendasi cepat:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Website baru dan sederhana? Pilih format yang paling kamu suka.<\/li>\n\n\n\n<li>Website dengan infrastruktur kompleks? Pertimbangkan kebutuhan DNS, CDN, dan subdomain.<\/li>\n\n\n\n<li>Website sudah punya trafik? Pertahankan versi utama kecuali ada alasan kuat untuk berubah.<\/li>\n\n\n\n<li>Apa pun pilihannya, pastikan hanya ada satu versi URL utama.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Redirect www ke Non-www agar SEO Aman<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah memilih domain utama, langkah selanjutnya adalah mengarahkan versi alternatif menggunakan <strong>301 redirect<\/strong>, yaitu pengalihan permanen. Redirect ini membantu mesin pencari memahami bahwa URL lama sudah dipindahkan ke alamat pilihanmu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Lewat file .htaccess di Apache<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebelum mengedit file <code>.htaccess<\/code>, buat backup terlebih dahulu. Salah konfigurasi bisa menyebabkan error 500 atau redirect loop, yaitu kondisi ketika URL terus diarahkan bolak-balik tanpa mencapai halaman tujuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika ingin melakukan redirect www ke non-www, tambahkan aturan berikut pada konfigurasi Apache yang sesuai:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>RewriteEngine On\n\nRewriteCond %{HTTPS} !=on &#91;OR]\n\nRewriteCond %{HTTP_HOST} ^www\\.contoh\\.com$ &#91;NC]\n\nRewriteRule ^ https:\/\/contoh.com%{REQUEST_URI} &#91;R=301,L]<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, jika ingin redirect non-www ke www, gunakan:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>RewriteEngine On\n\nRewriteCond %{HTTPS} !=on &#91;OR]\n\nRewriteCond %{HTTP_HOST} !^www\\.contoh\\.com$ &#91;NC]\n\nRewriteRule ^ https:\/\/www.contoh.com%{REQUEST_URI} &#91;R=301,L]<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Ganti <code>contoh.com<\/code> dengan domain milikmu. Contoh ini mengasumsikan website hanya menggunakan dua hostname tersebut dan aturan diterapkan pada konfigurasi Apache yang tepat. Pastikan juga aturan tidak bertabrakan dengan konfigurasi redirect lain.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Lewat pengaturan CMS<\/h3>\n\n\n\n<p>Kalau menggunakan WordPress, buka <strong>Settings \u2192 General<\/strong>, kemudian samakan kolom <em>WordPress Address (URL)<\/em> dan <em>Site Address (URL)<\/em> dengan versi domain pilihanmu.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum mengubahnya, pastikan kamu memahami konfigurasi hosting dan akses administrator agar tidak terkunci dari dashboard. Pada Wix, Webflow, atau <a href=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/joomla-vs-wordpress\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">CMS<\/a> lain, cari pengaturan domain utama dan redirect sesuai fitur yang tersedia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Lewat panel hosting atau CDN<\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa penyedia hosting dan CDN menyediakan fitur redirect melalui dashboard. Kamu bisa mengatur hostname alternatif agar mengarah langsung ke URL HTTPS utama tanpa perlu mengedit file server secara manual.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tambahkan canonical URL<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain redirect, gunakan tag canonical pada halaman yang bisa diindeks:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>&lt;link rel=\"canonical\"\n\n\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0href=\"https:\/\/contoh.com\/artikel\" \/><\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Sesuaikan URL dengan alamat final halaman tersebut. Canonical membantu menunjukkan versi yang diutamakan, tetapi bukan pengganti redirect permanen jika kamu memang ingin mengalihkan hostname alternatif.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jangan Lupakan HTTPS dan Checklist Setelah Redirect<\/h2>\n\n\n\n<p>Selain redirect, pastikan <a href=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-setting-ssl-panel-diskon-com\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">pengaturan SSL website<\/a> sudah benar agar domain bisa diakses melalui HTTPS. SSL\/TLS membantu mengamankan koneksi dan HTTPS juga menjadi sinyal ranking Google.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pastikan sertifikat SSL mencakup www dan non-www.<\/strong> Jika memilih <code>https:\/\/contoh.com<\/code> sebagai domain utama, sertifikat juga perlu valid untuk <code>www.contoh.com<\/code> jika hostname tersebut masih diakses sebelum redirect. Kamu bisa mengaktifkan SSL gratis, seperti Let&#8217;s Encrypt, melalui panel hosting.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, atur redirect HTTP ke HTTPS agar semua pengunjung menuju versi website yang aman. Gabungkan pengalihan ini dengan redirect www ke non-www jika memungkinkan, sehingga URL langsung menuju alamat final tanpa rantai redirect yang tidak perlu.<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan lupa samakan canonical URL, link internal, dan sitemap XML dengan domain utama. Setelah konfigurasi selesai, lakukan pengecekan berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tes versi www dan non-www, baik HTTP maupun HTTPS.<\/li>\n\n\n\n<li>Pastikan sertifikat SSL valid untuk hostname terkait.<\/li>\n\n\n\n<li>Periksa status redirect 301 dan pastikan tidak terjadi redirect loop.<\/li>\n\n\n\n<li>Pastikan path URL tetap terbawa setelah redirect.<\/li>\n\n\n\n<li>Perbarui sitemap dan canonical URL.<\/li>\n\n\n\n<li>Pantau trafik serta status indeks di Google Search Console.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan konfigurasi SSL dan redirect yang konsisten, website lebih aman diakses dan sinyal SEO lebih terarah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Memilih www atau non-www sebenarnya bukan perkara mana yang paling jago SEO. Keduanya sama-sama bisa diandalkan selama kamu konsisten menentukan domain utama, menerapkan 301 redirect, dan memastikan seluruh sinyal URL mengarah ke versi yang sama. Jadi, jangan sampai tiga huruf bikin optimasi website jadi drama panjang!<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau kamu baru mulai membangun website, pastikan fondasinya sudah siap sejak awal, mulai dari domain, konfigurasi URL, sampai hosting yang mendukung kebutuhanmu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu juga bisa mengeksplorasi <strong>hosting gratis <a href=\"https:\/\/diskon.com\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Diskon.com<\/a><\/strong> untuk mulai membangun dan mengembangkan website tanpa harus langsung mengeluarkan biaya hosting.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan persiapan yang tepat, kamu bisa fokus mengembangkan konten dan mengoptimalkan SEO sejak hari pertama.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-core-buttons-is-layout-16018d1d wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-vivid-green-cyan-background-color has-text-color has-background has-link-color wp-element-button\" href=\"https:\/\/diskon.com\/secure\/register\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mulai Website, Nol Biaya Hosting!<\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah bingung memilih www.contoh.com atau contoh.com buat website? Sekilas bedanya cuma tiga huruf, tetapi pengaturannya bisa memengaruhi SEO. Kabar baiknya, keduanya sama-sama oke untuk ranking. Kuncinya ada pada konsistensi URL dan redirect yang tepat. Yuk, pahami perbedaannya dan cara mengaturnya! Apa Itu www dan Non-www pada URL? WWW merupakan singkatan dari World Wide Web yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":567,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[320,317,316,319,318],"class_list":["post-566","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-domain","tag-canonical-url","tag-domain-www","tag-perbedaan-www-dan-non-www","tag-redirect-www-ke-non-www","tag-root-domain"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bingung www atau Non-www? Ini Cara Redirect Anti Rugi SEO<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Salah pilih www atau non-www dapat memecah sinyal SEO. Pahami perbedaannya, kapan memakainya, serta cara redirect-nya agar ranking website tetap aman.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bingung www atau Non-www? Ini Cara Redirect Anti Rugi SEO\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Salah pilih www atau non-www dapat memecah sinyal SEO. Pahami perbedaannya, kapan memakainya, serta cara redirect-nya agar ranking website tetap aman.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Diskon.com | Tips Website dan Hosting Gratis\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-26T09:56:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-26T09:56:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/44_www_atau_non_www_cara_memilih_dan_mengatur_redirect_agar_seo_tetap_aman.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Alya Kireina\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Alya Kireina\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www\"},\"author\":{\"name\":\"Alya Kireina\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/person\/75c82c0be62feb0c44eaa81bce8f8f59\"},\"headline\":\"Bingung www atau Non-www? Ini Cara Redirect Anti Rugi SEO\",\"datePublished\":\"2026-10-26T09:56:15+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-26T09:56:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www\"},\"wordCount\":1227,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/44_www_atau_non_www_cara_memilih_dan_mengatur_redirect_agar_seo_tetap_aman.webp\",\"keywords\":[\"canonical url\",\"domain www\",\"perbedaan www dan non-www\",\"redirect www ke non-www\",\"root domain\"],\"articleSection\":[\"Domain\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www\",\"url\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www\",\"name\":\"Bingung www atau Non-www? Ini Cara Redirect Anti Rugi SEO\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/44_www_atau_non_www_cara_memilih_dan_mengatur_redirect_agar_seo_tetap_aman.webp\",\"datePublished\":\"2026-10-26T09:56:15+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-26T09:56:17+00:00\",\"description\":\"Salah pilih www atau non-www dapat memecah sinyal SEO. Pahami perbedaannya, kapan memakainya, serta cara redirect-nya agar ranking website tetap aman.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/44_www_atau_non_www_cara_memilih_dan_mengatur_redirect_agar_seo_tetap_aman.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/44_www_atau_non_www_cara_memilih_dan_mengatur_redirect_agar_seo_tetap_aman.webp\",\"width\":1280,\"height\":720,\"caption\":\"perbedaan www dan non-www\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bingung www atau Non-www? Ini Cara Redirect Anti Rugi SEO\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/\",\"name\":\"Diskon.com\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Diskon\",\"url\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/logo-diskon.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/logo-diskon.png\",\"width\":179,\"height\":68,\"caption\":\"Diskon\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/person\/75c82c0be62feb0c44eaa81bce8f8f59\",\"name\":\"Alya Kireina\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5b01f971da5a68bc3f6bd151efc054fd2e88d1705c3a4ae1f5f237a8175b6699?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5b01f971da5a68bc3f6bd151efc054fd2e88d1705c3a4ae1f5f237a8175b6699?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Alya Kireina\"},\"description\":\"Penulis yang tertarik pada dunia digital, teknologi, dan pengembangan website. Lewat tulisan, aku ingin membantu pembaca memahami topik digital dengan cara yang sederhana dan mudah dipraktikkan.\",\"url\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/author\/alyakireina\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bingung www atau Non-www? Ini Cara Redirect Anti Rugi SEO","description":"Salah pilih www atau non-www dapat memecah sinyal SEO. Pahami perbedaannya, kapan memakainya, serta cara redirect-nya agar ranking website tetap aman.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bingung www atau Non-www? Ini Cara Redirect Anti Rugi SEO","og_description":"Salah pilih www atau non-www dapat memecah sinyal SEO. Pahami perbedaannya, kapan memakainya, serta cara redirect-nya agar ranking website tetap aman.","og_url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www","og_site_name":"Blog Diskon.com | Tips Website dan Hosting Gratis","article_published_time":"2026-10-26T09:56:15+00:00","article_modified_time":"2026-10-26T09:56:17+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/44_www_atau_non_www_cara_memilih_dan_mengatur_redirect_agar_seo_tetap_aman.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Alya Kireina","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Alya Kireina","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www"},"author":{"name":"Alya Kireina","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/person\/75c82c0be62feb0c44eaa81bce8f8f59"},"headline":"Bingung www atau Non-www? Ini Cara Redirect Anti Rugi SEO","datePublished":"2026-10-26T09:56:15+00:00","dateModified":"2026-10-26T09:56:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www"},"wordCount":1227,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/44_www_atau_non_www_cara_memilih_dan_mengatur_redirect_agar_seo_tetap_aman.webp","keywords":["canonical url","domain www","perbedaan www dan non-www","redirect www ke non-www","root domain"],"articleSection":["Domain"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www","url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www","name":"Bingung www atau Non-www? Ini Cara Redirect Anti Rugi SEO","isPartOf":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/44_www_atau_non_www_cara_memilih_dan_mengatur_redirect_agar_seo_tetap_aman.webp","datePublished":"2026-10-26T09:56:15+00:00","dateModified":"2026-10-26T09:56:17+00:00","description":"Salah pilih www atau non-www dapat memecah sinyal SEO. Pahami perbedaannya, kapan memakainya, serta cara redirect-nya agar ranking website tetap aman.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www#primaryimage","url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/44_www_atau_non_www_cara_memilih_dan_mengatur_redirect_agar_seo_tetap_aman.webp","contentUrl":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/44_www_atau_non_www_cara_memilih_dan_mengatur_redirect_agar_seo_tetap_aman.webp","width":1280,"height":720,"caption":"perbedaan www dan non-www"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/www-atau-non-www#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/diskon.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bingung www atau Non-www? Ini Cara Redirect Anti Rugi SEO"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/","name":"Diskon.com","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/diskon.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#organization","name":"Diskon","url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/logo-diskon.png","contentUrl":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/logo-diskon.png","width":179,"height":68,"caption":"Diskon"},"image":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/person\/75c82c0be62feb0c44eaa81bce8f8f59","name":"Alya Kireina","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5b01f971da5a68bc3f6bd151efc054fd2e88d1705c3a4ae1f5f237a8175b6699?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5b01f971da5a68bc3f6bd151efc054fd2e88d1705c3a4ae1f5f237a8175b6699?s=96&d=mm&r=g","caption":"Alya Kireina"},"description":"Penulis yang tertarik pada dunia digital, teknologi, dan pengembangan website. Lewat tulisan, aku ingin membantu pembaca memahami topik digital dengan cara yang sederhana dan mudah dipraktikkan.","url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/author\/alyakireina"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/566","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=566"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/566\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":570,"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/566\/revisions\/570"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/567"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=566"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=566"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=566"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}