{"id":432,"date":"2026-06-02T11:54:18","date_gmt":"2026-06-02T04:54:18","guid":{"rendered":"https:\/\/diskon.com\/blog\/?p=432"},"modified":"2026-06-02T11:54:20","modified_gmt":"2026-06-02T04:54:20","slug":"cara-mengatasi-mixed-content","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content","title":{"rendered":"Ini Dia! Cara Mengatasi Mixed Content Setelah Migrasi HTTPS"},"content":{"rendered":"\n<p>Udah berhasil migrasi ke HTTPS dan lihat ikon gembok hijau muncul di browser? Rasanya memang bikin lega. Tapi kalau tiba-tiba muncul peringatan Not Secure atau beberapa gambar malah nggak tampil, bisa jadi websitemu mengalami mixed content. Apa sih itu? Tenang aja, artikel ini bakal membahas <strong>cara mengatasi mixed content setelah migrasi HTTPS<\/strong> dengan langkah yang simpel dan mudah dipahami, bahkan kalau kamu bukan anak IT.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Sih Mixed Content Itu? (Biar Nggak Gagal Paham)<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum masuk ke solusi, penting banget buat tahu dulu apa sih <strong>mixed content itu biar kamu nggak gagal paham<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Mixed content terjadi ketika sebuah website sudah menggunakan HTTPS, tetapi masih memuat sebagian elemen dari sumber HTTP. Jadi meskipun alamat website kamu sudah diawali dengan &#8220;https:\/\/&#8221;, ternyata masih ada gambar, script, stylesheet, video, atau resource lain yang diambil dari koneksi yang belum aman.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau diibaratkan, website kamu sudah pakai outfit kece buat kondangan, tapi sepatunya masih jebol. Dari luar kelihatan keren, tapi tetap ada bagian yang bikin keseluruhan penampilan jadi bermasalah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/cloaking-adalah\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Cloaking SEO: Trik Red Flag yang Bikin Website Kamu Gaib!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Padahal HTTPS bekerja dengan teknologi enkripsi SSL\/TLS yang bertujuan menjaga data pengguna tetap aman selama proses transfer data. Ketika masih ada resource HTTP yang ikut dimuat, celah keamanan tetap terbuka dan browser menganggap website belum sepenuhnya aman.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari sisi SEO, mixed content juga bisa jadi masalah karena:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengurangi manfaat ranking HTTPS dari Google.<\/li>\n\n\n\n<li>Menyebabkan layout atau fungsi website rusak karena resource tertentu diblokir browser.<\/li>\n\n\n\n<li>Menurunkan kepercayaan pengunjung karena ikon gembok hilang atau muncul peringatan keamanan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Yang bikin makin ngeselin, browser biasanya baru memberi peringatan setelah resource tidak aman tersebut sudah terlanjur dimuat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/bandwidth-limit-exceeded\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Bandwidth Limit Exceeded? Intip Tips Hemat Kuota Hosting!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis-Jenis Mixed Content HTTPS<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/https-1-1024x576.webp\" alt=\"cara mengatasi mixed content\" class=\"wp-image-434\" srcset=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/https-1-1024x576.webp 1024w, https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/https-1-300x169.webp 300w, https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/https-1-768x432.webp 768w, https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/https-1.webp 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Mixed content sendiri secara umum dibagi menjadi dua jenis, yaitu passive mixed content dan active mixed content.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Passive Mixed Content<\/h3>\n\n\n\n<p>Passive mixed content biasanya berupa:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gambar<\/li>\n\n\n\n<li>Audio<\/li>\n\n\n\n<li>Video<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jenis ini memang tidak berinteraksi langsung dengan keseluruhan halaman website. Risiko keamanannya lebih rendah dibanding active mixed content, tetapi bukan berarti aman-aman saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, pihak tidak bertanggung jawab bisa:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengganti gambar produk dengan gambar lain.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengubah tombol menjadi menyesatkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Menampilkan konten yang tidak pantas.<\/li>\n\n\n\n<li>Melacak aktivitas pengunjung melalui resource yang dimuat.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Karena itu, browser modern mulai membatasi bahkan memblokir beberapa jenis passive mixed content.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Active Mixed Content<\/h3>\n\n\n\n<p>Nah, kalau yang ini level bahayanya jauh lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>JavaScript<\/li>\n\n\n\n<li>CSS<\/li>\n\n\n\n<li>Iframe<\/li>\n\n\n\n<li>File script lainnya<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Karena resource tersebut bisa memengaruhi seluruh halaman website, penyerang berpotensi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengubah isi halaman.<\/li>\n\n\n\n<li>Mencuri data login pengguna.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengambil session cookie.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengalihkan pengunjung ke website lain.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Makanya hampir semua browser modern langsung memblokir active mixed content secara default.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau website kamu mengalami layout berantakan setelah migrasi HTTPS, kemungkinan besar penyebabnya ada di sini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Menyebabkan Mixed Content?<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah berhasil <strong><a href=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-setting-ssl-panel-diskon-com\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">install sertifikat SSL<\/a><\/strong>, banyak pemilik website mengira semuanya selesai. Padahal, proses migrasi HTTPS biasanya masih menyisakan beberapa URL lama yang belum diperbarui.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut penyebab mixed content yang paling sering ditemukan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hardcoded HTTP URL<\/h3>\n\n\n\n<p>Ini salah satu biang kerok paling umum.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>&lt;img src=\"http:\/\/domainkamu.com\/gambar.jpg\"><\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Karena URL ditulis manual menggunakan HTTP, browser akan menganggap resource tersebut tidak aman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">File Theme atau Template<\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak tema website yang masih menyimpan URL HTTP pada:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Background image<\/li>\n\n\n\n<li>Font<\/li>\n\n\n\n<li>CSS<\/li>\n\n\n\n<li>JavaScript<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Masalah ini cukup sering ditemukan pada website WordPress.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Plugin atau Extension<\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa plugin masih memanggil file dari alamat HTTP, terutama plugin lama yang sudah jarang diperbarui.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Embed dari Pihak Ketiga<\/h3>\n\n\n\n<p>Misalnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>YouTube<\/li>\n\n\n\n<li>Google Maps<\/li>\n\n\n\n<li>Widget eksternal<\/li>\n\n\n\n<li>Font CDN<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kalau kode embed masih menggunakan HTTP, mixed content bisa langsung muncul.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">URL yang Tersimpan di Database<\/h3>\n\n\n\n<p>Website berbasis CMS seperti WordPress sering menyimpan URL absolut di database.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat migrasi HTTPS dilakukan, URL lama tersebut tetap tersimpan sehingga browser masih memanggil resource melalui HTTP.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Canonical dan Hreflang<\/h3>\n\n\n\n<p>Bagian ini sering terlupakan karena tidak terlihat langsung di halaman website.<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal canonical tag yang masih menggunakan HTTP bisa mengganggu proses migrasi SEO ke HTTPS.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Mengatasi Mixed Content Setelah Migrasi HTTPS<\/h2>\n\n\n\n<p>Nah, sekarang masuk ke bagian yang paling ditunggu: <strong>cara mengatasi mixed content setelah migrasi HTTPS<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Step 1: Cari Semua Mixed Content<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebelum memperbaiki, kamu harus tahu dulu sumber masalahnya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Gunakan Browser Console<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Cara paling cepat:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka website menggunakan Google Chrome.<\/li>\n\n\n\n<li>Tekan F12.<\/li>\n\n\n\n<li>Pilih tab Console.<\/li>\n\n\n\n<li>Refresh halaman.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Kalau ada mixed content, biasanya akan muncul pesan seperti:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Mixed Content: The page was loaded over HTTPS but requested an insecure resource.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Dari sini kamu bisa melihat URL mana yang masih menggunakan HTTP.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Gunakan Tool Scanner<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Kalau website kamu punya ratusan halaman, mengecek satu per satu jelas bikin pusing.<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu bisa menggunakan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Screaming Frog SEO Spider<\/li>\n\n\n\n<li>JitBit SSL Checker<\/li>\n\n\n\n<li>Google Search Console<\/li>\n\n\n\n<li>Why No Padlock<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Tool tersebut bisa membantu menemukan mixed content secara lebih cepat dan menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Step 2: Force HTTPS Melalui .htaccess<\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu solusi paling efektif adalah membuat redirect otomatis dari HTTP ke HTTPS.<\/p>\n\n\n\n<p>Tambahkan kode berikut ke file <code>.htaccess<\/code>:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>RewriteEngine On\nRewriteCond %{HTTPS} off\nRewriteRule ^(.*)$ https:\/\/%{HTTP_HOST}\/$1 &#91;R=301,L]<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Dengan cara ini, semua permintaan HTTP akan langsung diarahkan ke versi HTTPS.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Step 3: Tambahkan Content Security Policy (CSP)<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagai lapisan keamanan tambahan, kamu bisa menambahkan header berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>&lt;IfModule mod_headers.c>\nHeader always set Content-Security-Policy \"upgrade-insecure-requests\"\n&lt;\/IfModule><\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Fungsi CSP ini adalah memerintahkan browser untuk otomatis mengubah request HTTP menjadi HTTPS sebelum resource dimuat.<\/p>\n\n\n\n<p>Praktis banget buat menangani URL lama yang masih tersisa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Step 4: Update URL di WordPress<\/h3>\n\n\n\n<p>Kalau website kamu menggunakan WordPress, lakukan search and replace URL lama.<\/p>\n\n\n\n<p>Caranya:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Backup database terlebih dahulu.<\/li>\n\n\n\n<li>Install plugin Better Search Replace.<\/li>\n\n\n\n<li>Cari URL HTTP lama.<\/li>\n\n\n\n<li>Ganti menjadi HTTPS.<\/li>\n\n\n\n<li>Jalankan proses replacement.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Jangan lupa cek juga menu:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Settings \u2192 General<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>WordPress Address menggunakan HTTPS.<\/li>\n\n\n\n<li>Site Address menggunakan HTTPS.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Step 5: Periksa Theme dan Plugin<\/h3>\n\n\n\n<p>Buka File Manager di cPanel lalu cek:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><code>header.php<\/code><\/li>\n\n\n\n<li><code>footer.php<\/code><\/li>\n\n\n\n<li><code>functions.php<\/code><\/li>\n\n\n\n<li>file CSS<\/li>\n\n\n\n<li>file JavaScript<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Cari semua URL yang masih menggunakan HTTP lalu ubah menjadi HTTPS.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini memang agak manual, tapi sering jadi solusi terakhir yang ampuh.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Step 6: Perbarui Embed Pihak Ketiga<\/h3>\n\n\n\n<p>Pastikan seluruh layanan eksternal sudah menggunakan HTTPS, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>YouTube<\/li>\n\n\n\n<li>Google Maps<\/li>\n\n\n\n<li>Google Fonts<\/li>\n\n\n\n<li>CDN<\/li>\n\n\n\n<li>Script Analytics<\/li>\n\n\n\n<li>Jaringan iklan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Untungnya hampir semua layanan modern saat ini sudah mendukung HTTPS.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Step 7: Verifikasi Hasilnya<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah semua diperbaiki:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Hapus cache browser.<\/li>\n\n\n\n<li>Hapus cache website.<\/li>\n\n\n\n<li>Buka website kembali.<\/li>\n\n\n\n<li>Cek apakah ikon gembok sudah muncul.<\/li>\n\n\n\n<li>Periksa Console untuk memastikan tidak ada warning baru.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kalau sudah bersih, berarti migrasi HTTPS kamu sukses.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Mencegah Mixed Content Terulang Lagi<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/https-2-1024x576.webp\" alt=\"cara mengatasi mixed content\" class=\"wp-image-435\" srcset=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/https-2-1024x576.webp 1024w, https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/https-2-300x169.webp 300w, https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/https-2-768x432.webp 768w, https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/https-2.webp 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Daripada memperbaiki masalah yang sama berkali-kali, lebih baik mencegahnya dari awal.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa tips yang bisa kamu lakukan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gunakan URL relatif untuk resource internal.<\/li>\n\n\n\n<li>Pastikan CMS sudah dikonfigurasi menggunakan HTTPS.<\/li>\n\n\n\n<li>Pertahankan header CSP sebagai pengaman.<\/li>\n\n\n\n<li>Audit plugin dan tema sebelum dipasang.<\/li>\n\n\n\n<li>Lakukan pengecekan berkala menggunakan scanner SEO.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan begitu, <strong><a href=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/cloudflare-adalah\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">keamanan website<\/a><\/strong> tetap terjaga meskipun ada update atau perubahan di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Checklist Migrasi HTTPS yang SEO-Friendly<\/h2>\n\n\n\n<p>Supaya migrasi HTTPS benar-benar tuntas, pastikan checklist berikut sudah beres:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Install SSL certificate.<\/li>\n\n\n\n<li>Tambahkan redirect 301 HTTP ke HTTPS.<\/li>\n\n\n\n<li>Perbaiki seluruh mixed content.<\/li>\n\n\n\n<li>Update canonical tag ke HTTPS.<\/li>\n\n\n\n<li>Perbarui XML sitemap.<\/li>\n\n\n\n<li>Update robots.txt.<\/li>\n\n\n\n<li>Tambahkan properti HTTPS di Google Search Console.<\/li>\n\n\n\n<li>Update Google Analytics.<\/li>\n\n\n\n<li>Perbarui seluruh internal link.<\/li>\n\n\n\n<li>Pastikan CDN dan layanan eksternal mendukung HTTPS.<\/li>\n\n\n\n<li>Update URL website pada profil media sosial dan direktori bisnis.<\/li>\n\n\n\n<li>Pantau Search Console untuk mendeteksi error crawl.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Mixed content memang jadi masalah yang cukup sering muncul setelah <strong>install sertifikat SSL<\/strong> dan migrasi HTTPS. Untungnya, penyebabnya relatif mudah ditemukan dan diperbaiki, mulai dari URL yang masih menggunakan HTTP, plugin lama, hingga embed pihak ketiga yang belum diperbarui.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menerapkan <strong>cara mengatasi mixed content setelah migrasi HTTPS<\/strong> yang tepat, kamu bisa menjaga <strong>keamanan website<\/strong>, meningkatkan kepercayaan pengunjung, sekaligus memastikan performa SEO tetap optimal.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau kamu sedang membangun website baru atau ingin migrasi hosting yang lebih praktis, kamu juga bisa mempertimbangkan layanan Hosting Gratis dari <a href=\"https:\/\/diskon.com\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Diskon.com<\/strong><\/a>. Selain ramah buat pemula, layanan ini cocok untuk belajar mengelola website tanpa harus langsung keluar biaya besar di awal.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-core-buttons-is-layout-16018d1d wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-vivid-green-cyan-background-color has-text-color has-background has-link-color wp-element-button\" href=\"https:\/\/diskon.com\/secure\/register\">Mulai Hosting Gratis Sekarang!<\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Udah berhasil migrasi ke HTTPS dan lihat ikon gembok hijau muncul di browser? Rasanya memang bikin lega. Tapi kalau tiba-tiba muncul peringatan Not Secure atau beberapa gambar malah nggak tampil, bisa jadi websitemu mengalami mixed content. Apa sih itu? Tenang aja, artikel ini bakal membahas cara mengatasi mixed content setelah migrasi HTTPS dengan langkah yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":433,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[213,215,214,111,217,216],"class_list":["post-432","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips-trick","tag-cara-mengatasi-mixed-content","tag-migrasi-https","tag-mixed-content","tag-sertifikat-ssl","tag-ssl-tls","tag-website-not-secure"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ini Dia! Cara Mengatasi Mixed Content Setelah Migrasi HTTPS<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sudah pakai SSL tapi masih muncul Not Secure? Bisa jadi itu mixed content. Simak cara mengatasi mixed content setelah migrasi HTTPS secara lengkap.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ini Dia! Cara Mengatasi Mixed Content Setelah Migrasi HTTPS\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sudah pakai SSL tapi masih muncul Not Secure? Bisa jadi itu mixed content. Simak cara mengatasi mixed content setelah migrasi HTTPS secara lengkap.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Diskon.com | Tips Website dan Hosting Gratis\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-02T04:54:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-02T04:54:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/23_Cara-mengatasi-Mixed-Content-Setelah-Migrasi-ke-HTTPS.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Alya Kireina\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Alya Kireina\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content\"},\"author\":{\"name\":\"Alya Kireina\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/person\/75c82c0be62feb0c44eaa81bce8f8f59\"},\"headline\":\"Ini Dia! Cara Mengatasi Mixed Content Setelah Migrasi HTTPS\",\"datePublished\":\"2026-06-02T04:54:18+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-02T04:54:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content\"},\"wordCount\":1263,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/23_Cara-mengatasi-Mixed-Content-Setelah-Migrasi-ke-HTTPS.jpg\",\"keywords\":[\"CARA MENGATASI MIXED CONTENT\",\"migrasi https\",\"mixed content\",\"sertifikat SSL\",\"SSL\/TLS\",\"website not secure\"],\"articleSection\":[\"Tips &amp; Trick\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content\",\"url\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content\",\"name\":\"Ini Dia! Cara Mengatasi Mixed Content Setelah Migrasi HTTPS\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/23_Cara-mengatasi-Mixed-Content-Setelah-Migrasi-ke-HTTPS.jpg\",\"datePublished\":\"2026-06-02T04:54:18+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-02T04:54:20+00:00\",\"description\":\"Sudah pakai SSL tapi masih muncul Not Secure? Bisa jadi itu mixed content. Simak cara mengatasi mixed content setelah migrasi HTTPS secara lengkap.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/23_Cara-mengatasi-Mixed-Content-Setelah-Migrasi-ke-HTTPS.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/23_Cara-mengatasi-Mixed-Content-Setelah-Migrasi-ke-HTTPS.jpg\",\"width\":1280,\"height\":720,\"caption\":\"cara mengatasi mixed content\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ini Dia! Cara Mengatasi Mixed Content Setelah Migrasi HTTPS\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/\",\"name\":\"Diskon.com\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Diskon\",\"url\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/logo-diskon.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/logo-diskon.png\",\"width\":179,\"height\":68,\"caption\":\"Diskon\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/person\/75c82c0be62feb0c44eaa81bce8f8f59\",\"name\":\"Alya Kireina\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5b01f971da5a68bc3f6bd151efc054fd2e88d1705c3a4ae1f5f237a8175b6699?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5b01f971da5a68bc3f6bd151efc054fd2e88d1705c3a4ae1f5f237a8175b6699?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Alya Kireina\"},\"description\":\"Penulis yang tertarik pada dunia digital, teknologi, dan pengembangan website. Lewat tulisan, aku ingin membantu pembaca memahami topik digital dengan cara yang sederhana dan mudah dipraktikkan.\",\"url\":\"https:\/\/diskon.com\/blog\/author\/alyakireina\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ini Dia! Cara Mengatasi Mixed Content Setelah Migrasi HTTPS","description":"Sudah pakai SSL tapi masih muncul Not Secure? Bisa jadi itu mixed content. Simak cara mengatasi mixed content setelah migrasi HTTPS secara lengkap.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ini Dia! Cara Mengatasi Mixed Content Setelah Migrasi HTTPS","og_description":"Sudah pakai SSL tapi masih muncul Not Secure? Bisa jadi itu mixed content. Simak cara mengatasi mixed content setelah migrasi HTTPS secara lengkap.","og_url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content","og_site_name":"Blog Diskon.com | Tips Website dan Hosting Gratis","article_published_time":"2026-06-02T04:54:18+00:00","article_modified_time":"2026-06-02T04:54:20+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/23_Cara-mengatasi-Mixed-Content-Setelah-Migrasi-ke-HTTPS.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Alya Kireina","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Alya Kireina","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content"},"author":{"name":"Alya Kireina","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/person\/75c82c0be62feb0c44eaa81bce8f8f59"},"headline":"Ini Dia! Cara Mengatasi Mixed Content Setelah Migrasi HTTPS","datePublished":"2026-06-02T04:54:18+00:00","dateModified":"2026-06-02T04:54:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content"},"wordCount":1263,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/23_Cara-mengatasi-Mixed-Content-Setelah-Migrasi-ke-HTTPS.jpg","keywords":["CARA MENGATASI MIXED CONTENT","migrasi https","mixed content","sertifikat SSL","SSL\/TLS","website not secure"],"articleSection":["Tips &amp; Trick"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content","url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content","name":"Ini Dia! Cara Mengatasi Mixed Content Setelah Migrasi HTTPS","isPartOf":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/23_Cara-mengatasi-Mixed-Content-Setelah-Migrasi-ke-HTTPS.jpg","datePublished":"2026-06-02T04:54:18+00:00","dateModified":"2026-06-02T04:54:20+00:00","description":"Sudah pakai SSL tapi masih muncul Not Secure? Bisa jadi itu mixed content. Simak cara mengatasi mixed content setelah migrasi HTTPS secara lengkap.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content#primaryimage","url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/23_Cara-mengatasi-Mixed-Content-Setelah-Migrasi-ke-HTTPS.jpg","contentUrl":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/23_Cara-mengatasi-Mixed-Content-Setelah-Migrasi-ke-HTTPS.jpg","width":1280,"height":720,"caption":"cara mengatasi mixed content"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/cara-mengatasi-mixed-content#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/diskon.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ini Dia! Cara Mengatasi Mixed Content Setelah Migrasi HTTPS"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/","name":"Diskon.com","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/diskon.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#organization","name":"Diskon","url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/logo-diskon.png","contentUrl":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/logo-diskon.png","width":179,"height":68,"caption":"Diskon"},"image":{"@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/person\/75c82c0be62feb0c44eaa81bce8f8f59","name":"Alya Kireina","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/diskon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5b01f971da5a68bc3f6bd151efc054fd2e88d1705c3a4ae1f5f237a8175b6699?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5b01f971da5a68bc3f6bd151efc054fd2e88d1705c3a4ae1f5f237a8175b6699?s=96&d=mm&r=g","caption":"Alya Kireina"},"description":"Penulis yang tertarik pada dunia digital, teknologi, dan pengembangan website. Lewat tulisan, aku ingin membantu pembaca memahami topik digital dengan cara yang sederhana dan mudah dipraktikkan.","url":"https:\/\/diskon.com\/blog\/author\/alyakireina"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/432","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=432"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/432\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":436,"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/432\/revisions\/436"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/433"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=432"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=432"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diskon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=432"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}